Rabu, 12 Oktober 2011

KARENA KAMU INDONESIA

memilih bukan karna punya mereka lebih baik,
bukan karena punya mereka lebih unggul.
memilih karna didadamu ada garuda.
memilih karena indonesia kebanggaanmu

vote pulau komodo untuk mejadi 7 keajaiban di dunia.
cara:ketik KOMODO kirim ke 9818
biaya sms:seharusnya 1000,karena perusahaan telekomunikasi di indonesia menghargai garuda didadanya mereka menurunkan menjadi 1 rupiah,
 
VIVAnews - Hanya menyisakan sekitar 40 hari lagi, nasib Pulau Komodo ditentukan. Ya, panelis New7Wonders of Nature akan memilih 7 keajaiban di dunia pada 11 November 2011.

Sempat  bertengger diposisi ke-4, Pulau Komodo kini berada jauh merosot di posisi ke-12. Bagaimana nasib Pulau Komodo? Apakah Pulau Komodo akan menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia? Semua tergantung dukungan. Utamanya dukungan dari masyarakat Indonesia sendiri.

Waktu yang hanya menyisakan sedikit itu, Muhammad Jusuf Kalla yang didaulat menjadi duta komodo, masih optimitistis pulau eksotis yang menyimpan banyak binatang purba itu menjadi satu dari 7 keajaiban dunia.

Bukan tanpa alasan. Mantan Wakil Presiden ini memberi logika sederhana. "Peluangnya masih besar. Ini kan masih butuh sekitar 100 juta sms. Penduduk Indonesia yang punya handphone sekitar 150 juta. Masih ada 40 hari lagi. Jadi cukup 25 juta orang saja yang sms satu minggunya, bertebaran langsung satu miliar," ungkap JK dalam kunjungan pertamanya ke Pulau Komodo, setelah didaulat menjadi duta Komodo, Selasa 4 Oktober 2011.

Dibandingkan negara peserta lain, Indonesia memang salah satu negara yang memiliki penduduk  terbesar, selain Amerika Serikat dan China. Ditambah kepemilikan telepon seluler masyarakat Indonesia makin meluas.

Tak hanya pejabat, eksekutif atau kalangan menengah keatas. Telepon seluler sudah merambah hingga kalangan bawah. Sebut saja tukang becak, tukang sayur mayur. Bahkan, anak sekolah di pedesaan, bukan sesuatu yang mewah memiliki telepon seluler.

Untuk itu, JK berharap, seluruh rakyat Indonesia dapat mendukung Pulau Komodo sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia. "Caranya, ketik Komodo, kirim ke 9818. Vote Komodo, vote Indonesia," ucap JK saat mengajak ratusan masyarakat Manggarai Barat yang mengiringi kunjungannya ke Pulau Komodo, kemarin.

Kampanye untuk Pulau Komodo juga dinilai perlu mendapat dukungan dari pejabat dan tokoh masyarakat. Dia mencontohkan pada beberapa negara lain yang justru kepala negaranya langsung turun tangan untuk mengkampanyekan cagar alam unggulannya.

"Di Afrika Selatan, presidennya yang membawa-bawa duta besarnya ke situ. Presidennya yang langsung mengiklankan. Presiden Korea ikut turun langsung. Presiden Filipina ikut, presiden Kamboja ikut, semua ikut," tuturnya.

Lalu, bagaimana dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? Apakah Presiden SBY juga harus ikut mengkampanyekan? "Iya. Nanti setelah pulang dari sini (diajak)," katanya.

Pulau Komodo tidak sendirian. Dari situs resmi New7Wonders, pada satu minggu terakhir ini, sejumlah jagoan dari negara lain yang diturutsertakan dalam ajang bergengsi itu, juga mengalami penurunan. Diantaranya, Laut Mati (Israel, Yordania, Palestina) Grand Canyon (AS), Great Barrier Reef (Australia), Pulau Maldives (Maldives), dan Kilimanjaro (Tanzania). Perolehan suara Halong Bay (Vietnam), Pulau Bu Tinah (Arab Saudi), dan Jeju Island (Korsel) masih lebih baik, meski suara mereka stagnan.

Sementara, sejumlah finalis lain memiliki tren dukungan yang terus meningkat. Misalnya, Hutan Amazon di Amerika Latin, air terjun 'Angel Falls' jagoan Venezuela, Bay of Fundy dari Kanada, Black Forest yang dibanggakan Jerman, juga Yushan yang diajukan Taiwan. Tentu, peningkatan sejumlah finalis bukti dukungan nyata dari seluruh masyarakatnya.

Dimasa genting inilah yang menginspirasi Pendukung Pemenangan Pulau Komodo untuk memilih mantan wakil presiden itu sebagai duta Komodo. Gaya kepemimpinan JK diharapkan dapat menimbulkan nasionalisme rakyat Indonesia untuk mendongkrak perolehan suara Pulau Komodo hingga keputusan final penyelenggara.

"Karena Pak JK saat ini orang bebas, tidak ada konflik kepentingan," ujar Ketua Badan Pengurus Perkumpulan Alam Lestari, Emmy Hafild.

Selain JK, Emmy yang menjabat ketua Pendukung Pemenangan Pulau Komodo mengatakan, pihaknya terus mengajak sejumlah tokoh masyarakat untuk andil dalam mengkampanyekan pulau Komodo menjadi satu keajaiban dunia. Dalam kunjungan JK ke Pulau Komodo, selain istrinya, Mufidah Jusuf Kalla, terlihat juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi, tokoh muda Nahdlatul Ulama Ipang Wahid, dan tentunya sejumlah pejabat di NTT.

Emmy mengaku, dalam waktu yang singkat ini, pihaknya hanya bisa mengajak seluruh pihak melalui dunia maya atau mengajak masyarakat untuk memberikan suaranya untuk Pulau Komodo melalui sms. "Karena biayanya murah," imbuhnya.

Mengapa banyak negara yang gencar mengikutsertakan cagar alamnya sebagai 7 keajaiban dunia? Salah satunya akan menghasilkan nilai ekonomis yang luar biasa besar.

JK mengungkapkan, kawasan Taman Nasional Komodo bisa menjadi Bali kedua dan mendatangkan lebih banyak wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun, dengan catatan, jika Pulau Komodo menjadi satu dari 7 keajaiban dunia. "Ini satu momen. Seluruh dunia bisa tahu," katanya.

Bukan hanya hewan langkanya yakni, Komodo (Varanus komodoensis) yang menjadi andalan untuk para wisatawan dalam menikmati liburannya di tanah Flores, NTT. Banyak hewan lain yang bisa ditemukan di Taman Nasional Komodo. Rusa Timor, kerbau liar, babi hutan, monyet ekor panjang, burung Kakatua-kecil jambul-kuning, burung Gosong dan banyak hewan liar lainnya.

Perairan Taman Nasional Komodo juga menawarkan pemandangan dalam laut yang eksotis. Terletak di daerah tropis, memperoleh cukup sinar matahari dengan arus yang kuat dan sedimentasi rendah menyediakan banyak plankton dan oksigen yang dibutuhkan oleh terumbu karang dan biota laut lainnya.

Lebih dari 1000 jenis ikan, 380 jenis karang dan 8 jenis lamun menjadi satu kekayaan bawah laut Taman Nasional Komodo. Duyung, hiu-paus, pari, penyu, ikan Napoleon, kima dan triton trompet juga dapat dijumpai dikawasan ini.

0 komentar:

Posting Komentar